Senin, 18 Maret 2019

Pertemuan Kader Posyandu Puskesmas Boyolali I

Pertemuan Kader Posyandu Puskesmas Boyolali I
Tahun 2019

Kegiatan pertemuan kader posyandu Puskesmas Boyolali I dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Maret 2019 bertempat di Aula Puskesmas Boyolali I.
Adapun kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 dan dibuka langsung oleh Ibu Kepala Puskesmas Boyolali I; Sri Suparti, S.KM.
Pada pertemuan ini diisi oleh beberapa materi, antara lain:
1. Pengelolaan Sampah Berbasis 3R oleh Bp. Ponco Supono, S.KM
2. Imunisasi oleh Ibu Siti Qomariyah
3. Langkah-langkah Pengisian KMS oleh Ibu Siti Faizah
 4. Penentuan Strata Posyandu oleh drg. Priyanto Yudi, M.Kes













Senin, 25 Februari 2019

Penyampaian Hasil Analisis PIS-PK di Kelurahan Pulisen


Kegiatan penyampaian hasil analisis PIS-PK di Kelurahan Pulisen dilakasanakan pada hari Kamis, 14 Februari 2019 bertempat di aula Kelurahan Pulisen.
Dalam hasil analisis, nilai Indeks Keluarga Sehat (IKS) Kelurahan Pulisen adalah 0,35. Yang berarti Kelurahan Pulisen masuk dalam kategori keluarga tidak sehat.
Pengkategorian keluarga menurut IKS adalah sebagai berikut:
- Keluarga Sehat : IKS di atas 0,800
- Keluarga Pra Sehat : IKS 0,500 - 0,800
- Keluarga Tidak Sehat : IKS kurang dari 0,500
( sumber: http://www.pusdatin.kemkes.go.id/article/view/17091900001/hasil-pendataan-keluarga-sehat-dalam-aplikasi-keluarga-sehat.html )



 





Hari Peduli Sampah Nasional, Puskesmas Boyolali I Adakan Jum'at Bersih

Menindaklanjuti surat edaran Bupati Boyolali No. 060/ 458/ 19/ 2019 tentang Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019, pemerintah daerah Kabupaten Boyolali akan memperingati hari peduli sampah nasional.
Sama halnya dengan Puskesmas Boyolali I yang pada hari Jum'at, 22 Februari 2019 mengadakan Jum'at Bersih di lingkungan Puskesmas Boyolali I untuk memperingati hari peduli sampah nasional.






Rabu, 16 Januari 2019

Posyandu Lansia

Posyandu Lansia di Kp. Lodalang, Siswodipuran


Posyandu Lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.
Tujuan :
1. Meningkatkan kesadaran lansia untuk membina sendiri kesehatannya.
2. Meningkatkan kemampuan & peran serta masyarakat dlm menghayati & mengatasi masalah kesehatan lansia secara optimal.
3. Meningkatkan jangkauan yankes lansia.
4. Meningkatnya jenis dan mutu yankes lansia.
Pada hari Selasa, 15 Januari 2019 kegiatan posyandu lansia di Lodalang dilakukan di Balai Kp. Lodalang RW 008 Siswodipuran. Kegiatan pada posyandu lansia ini adalah pemeriksaan berat badan (BB), tinggi badan (TB), pemeriksaan GDS, dan konsultasi langsung apabila ada permasalahan yang ingin disampaikan kepada petugas dari Puskesmas Boyolali I.




Rabu, 02 Januari 2019

Sosialisasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

Sosialisasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

Desa Winong



Rabu, 02 Januari 2019 di Balai Desa Winong dilaksanakan kegiatan sosialisasi PISPK kepada ibu-ibu kader wilayah Winong. 
Acara dibuka oleh Kepala Desa Winong Bp. Sarono, S.KM. Dalam sambutannya Bp. Sarono mengharapkan agar semua lapisan masyarakat mendukung program ini.
Acara selanjutkan pemaparan materi oleh Kepala Puskesmas Boyolali I ibu Sri Suparti, S.KM. Pemaparan kedua oleh ibu Qoyim Indriastuti.
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) adalah salah satu program pemerintah untuk melaksanakan program pembangunan kesehatan berdasarkan nawacita untuk meningkatkan kualitas hidup manusia sesuai dengan paradigma sehat dan paradigma sakit yang merupakan upaya promotif dan preventif.
Dalam PIS-PK terdapat 12 indikator, yaitu:
1. Keluarga mengikuti KB.
2. Ibu bersalin di fasilitas kesehatan.
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap.
4. Bayi dengan ASI Eksklusif.
5. Pengukuran tumbuh kembang balita.
6. Penderita TBC berobat sesuai standar.
7. Penderita jiwa tidak ditelantarkan.
9. Tidak merokok.
10. Terdapat akses air bersih.
11. Terdapat akses/menggunakan jamban sehat.
12. Menggunakan JKN-KIS/asuransi kesehatan lainnya.
Diharapkan bagi KK yang akan dikunjungi dapat menyediakan kartu KK, KTP, kartu KB, buku KIA dan JKN-KIS.