Tampilkan postingan dengan label PIS-PK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PIS-PK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2018

KEGIATAN PIS-PK

Kegiatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kelurahan Pulisen 


Memasuki bulan Oktober, kegiatan PIS-PK mulai dilaksanakan di wilayah Kelurahan Pulisen. Terhitung sejak tanggal 01 Oktober 2018 kegiatan PIS-PK dimulai dari RT 001 RW 001 Pulisen.
Berdasarkan data dari Kecamatan Boyolali dalam Angka Tahun 2017, wilayah Kelurahan Pulisen memiliki 13 RW dan 71 RT, dengan total jumlah penduduk 9159 jiwa.







Selasa, 17 Juli 2018

Kegiatan PIS-PK dimulai lagi...

Selamat Pagi....!
Salam sehat!


Kali ini admin mau share tentang kegiatan PIS-PK yang sudah dimulai lagi nih setelah libur lebaran. 
Kegiatan PIS-PK dimulai pada tanggal 2 Juli 2018, kemudian sasaran kali ini adalah Kelurahan Banaran. 
Menurut data Kecamatan Boyolali dalam Angka Tahun 2017, Kelurahan Banaran memiliki 10 RW dan 50 RT dengan total jumlah penduduk 8185 jiwa.

Berikut dokumentasi kegiatannya :








Jumat, 23 Maret 2018

KEGIATAN PIS-PK

Hello healthies...!!
Kali ini kami akan menginfokan mengenai PIS-PK.
Apa sih itu PIS-PK??
PIS-PK atau Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pembangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melalui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No HK. 02. 02/ Menkes/ 52/ 2015.


Dalam rangka pelaksanaan Program Indonesia Sehat telah disepakati adanya 12 indikator utama penanda status kesehatan sebuah keluarga. Indikator tersebut adalah :
1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencan (KB).
2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan.
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap.
4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif.
5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan.
6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar.
7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur.
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan.
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok.
10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih.
12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Berdasarkan indikator tersebut, dilakukan perhitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) dari setiap keluarga. Sedangkan keadaan masing-masing indikator, mencerminkan kondisi PHBS dari keluarga yang bersangkutan.







Ok, healthies sekian dulu yaa informasinya...
Salam sehat! Sehat Luar Biasa!!