Selasa, 13 Agustus 2019

Kesehatan Lingkungan

Lomba Duta STBM 


Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali melalui sie kesehatan lingkungan mengadakan lomba Duta STBM tingkat kabupaten yang diadakan di Front One Hotel, Ngemplak, Boyolali.
Lomba duta STBM yang diadakan terbagi menjadi 2 kategori, yakni kategori natural leader dan anak sekolah.
Lomba duta STBM kategori natural leader diperuntukkan bagi tokoh masyarakat, seperti lurah, kader kesehatan, atau tokoh di lingkungan masyarakat. Sedangkan untuk kategori anak sekolah diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar (SD).
Adapun tujuan dilaksanakannya pemilihan Duta STBM kategori Natural Leader dan anak sekolah adalah mencari agen perubahan yang berdedikasi tinggi dan mampu menggerakkan teman sebaya/ sekolah dan anggota keluarga serta masyarakat di lingkungan sekitarnya untuk menerapkan perilaku higienis dengan menerapkan 5 pilar STBM.

5 pilar STBM adalah:
  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
  3. Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM-RT)
  4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PS-RT)
  5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC-RT)
Kegiatan lomba duta STBM juga merupakan salah satu inovasi kegiatan guna mencapai Kabupaten Boyolali STBM Tahun 2019.
Puskesmas Boyolali I mengirimkan 1 kader kesehatan untuk kategori natural leader yaitu ibu Roidah Handayani dari Kelurahan Pulisen, dan untuk kategori anak sekolah mengirimkan 3 siswa dari wilayah kerja Puskesmas Boyolali I, yaitu Gendis Atridiana Setiawan dari SD N 1 Boyolali, Gabrielle Bagja dan Reviandra Devia Nauretta dari SD N 9 Boyolali.











GIZI

Sosialisasi PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak)

Pada bulan Juli 2019 bertempat di posyandu wilayah kerja Puskesmas Boyolali I, diadakan kegiatan sosialisasi PMBA yang diisi oleh petugas gizi. Sosialisasi PMBA ini diisi dengan praktik pembuatan makan bagi bayi dan anak yang terbagi menjadi 4 kelompok usia.


  • Kelompok 6 bulan dalam benttuk makanan lumat
  • Kelompok usia 6 - 9 bulan dalam bentuk makanan lembik atau saring
  • Kelompok usia 9 - 12 bulan dalam bentuk cincang
  • Kelompok usia 12 - 24 bulan dalam bentuk makanan keluarga
Sosialiasi PMBA ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu balita dan ibu kader tentang pemberian makan yang benar dan tepat untuk bayi dan anak, serta bertujuan untuk menurunkan angka stunting pada balita karena pada masa ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan otak yang sangat pesat. Pemberian makan ini mulai diperkenalkan pada usia 6 bulan ke atas, dengan konsep makanan keluarga, bukan makanan pabrikan. Yang perlu diperhatikan dalam praktik PMBA ini ada 7 faktor, atau disingkat UFREKJUTEK VARES BERSIH (Usia, Frekuensi, Jumlah atau Volume, Tekstur, Variasi, dan Bersih).